syarat dan cara dapatkan blt dana desa

Presiden Jokowi memutuskan untuk memberikan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat desa selama adanya pandemi Covid – 19. Anggaran bantuan ini diambil dari alokasi dana desa pada masing-masing wilayah. Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT).

Pemerintah telah menargetkan penyaluran BLT dana desa kepada 12,3 juta kepala keluarga (KK) di seluruh Indonesia. Kemendes PDTT telah mencatat pemerintah sudah mencairkan BLT dana desa kepada 167.676 kepala keluarga (KK). Di 8.157 desa yang tersebar di 76 kabupaten se-Indonesia. Sehingga, masih ada sekitar 12 juta KK yang belum mendapatkan BLT dana desa.

Pemberian BLT dana desa ini memiliki dua syarat utama bagi masyarakat yang ini mengikuti program bantuan tersebut. Abdul Halim Iskandar Menteri Desa PDTT, mengatakan masyarakat desa yang masuk ke dalam daftar keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat bantuan  sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Masyarakat desa bisa mendapat bantuan sebesar Rp1,8 juta. Dari Dana Desa yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang ada di desa.  Dan untuk mendapatkan bantuan ini, ada dua syarat utama yang harus diperhatikan oleh masyarakat desa.

Syarat Dan Cara Penerima BLT Dana Desa

Pertama, calon penerima harus merupakan masyarakat desa yang masuk dalam pendataan RT/RW setempat dan berada di desa. Masyarakat yang akan masuk ke dalam pendataan adalah masyarakat yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi corona.

Lalu yang kedua, calon penerima tidak  terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat. Artinya dimana, calon penerima BLT Dana Desa tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lain-lain hingga Kartu Prakerja.

Jika calon penerima tidak mendapat bansos dari program lain. Namun belum didaftarkan oleh RT/RW setempat maka bisa mengomunikasikannya ke aparat desa. Dan, bila sudah masuk ke dalam daftar pendataan lalu dinyatakan valid maka BLT akan diberikan melalui tunai dan juga nontunai.

READ  Sejarah Jakarta Yang Sudah 13 Kali Ganti Nama

Dan bagi penerima yang mau pemberian BLT dana desa dilakukan melalui transfer, namun tidak memiliki rekening, dapat menghubungi aparat desa dan bank milik negara terdekat dari desa tersebut lalu nantinya bank akan membukakan rekening tanpa adanya biaya.

Bila ada penerima BLT dana desa yang memenuhi syarat namun tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan tetap bisa mendapatkan bantuan tanpa harus membuat KTP. Namun, penerima harus  berdomisili dan tinggal di desa tersebut, dan dicatat lengkap alamatnya sehingga nantinya penggunaan Dana Desa tetap bisa dipertanggungjawabkan.

fasha