Mengenal Pengertian Limbah

Berdasarkan Keputusan Menperindag RI No.231/MPP/Kep/7/1997 Pasal 1 pengertian limbah adalah bahan atau barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya. Hal tersebut terlihat langsung dari apa yang terjadi di masyarakat bahwa mereka sering menyebut benda yang sudah menurun kualitasnya serta dapat menimbulkan dampak negatif sebagai limbah.

Adapun karakteristik dari limbah adalah:

  1. Berukuran mikro.

Limbah dikatakan memiliki ukuran mikro sebab partikel-partikel yang ada di dalam limbah bersifat tidak kasatmata atau tidak dapat dilihat. Sehingga partikel-partikel yang ada di dalam limbah secara tidak langsung tidak dapat dideteksi dengan mudah atau tanpa menggunakan alat.

  1. Bersifat dinamis.

Limbah dikatakan memiliki sifat dinamis karena limbah tidak dapat diam hanya di satu tempat. Sebab pada kenyataannya limbah memiliki kebiasaan yang selalu bergerak dan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada di dalam masyarakat.

  1. Berdampak luas.

Selain berukuran mikro dan bersifat dinamis, limbah juga memiliki dampak yang luas. Limbah dapat menjangkau seluruh wilayah dengan mudah karena ukurannya kecil, mudah menyebar dan tidak dapat dideteksi secara langsung. Dampak limbah juga tidak hanya menyerang satu faktor, tetapi juga mengenai faktor-faktor lainnya.

  1. Berdampak jangka panjang.

Masalah apa yang terjadi akibat adanya limbah tentu tidak dapat diatasi secara mudah dan singkat. Sehingga untuk mengatasi dampak limbah ini perlu upaya yang cukup besar dan harus ada kerjasama antar generasi agar untuk benar-benar menghilangkan efek negatif dari limbah.

Dari karakteristik di atas, ada pula jenis limbah yang perlu diketahui masyarakat, diantaranya adalah:

  1. Limbah padat.

Limbah padat lebih sering disebut sebagai sampah oleh masyarakat, limbah ini memiliki wujud yang padat dan bersifat kering, tidak dapat menyebar atau berpindah ke lain tempat. Masuk ke dalam jenis limbah yang paling sering ditemukan di dalam lingkungan, biasanya berbentuk sisa makanan, plastik, pecahan kaca, kertas bekas dan yang lainnya.

  1. Limbah cair.

Merupakan sisa dari suatu kegiatan yang memiliki bentuk cair, biasanya telah bercampur dengan bahan-bahan buangan lainnya yang larut ke dalam air. Contohnya seperti air sabun bekas cucian, sisa pewarna kain, air tinja, dan masih banyak bentuk yang lainnya.

  1. Limbaah gas.
READ  Ini yang Akan Terjadi Jika Vaksin COVID-19 Tidak Segera Ditemukan

Memiliki wujud gas yang terdiri dari berbagai macam senyawa kimia. Biasanya memanfaatkan udara sebagai media untuk dapat menyebar ke wilayah yang lebih luas. Contoh umum dari limbah ini biasanya berbentuk karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (Nox), sulfur oksida (Sox), freon, dan lain-lain.

  1. Limbah suara.

Berwujud gelombang bunyi yang biasanya merambat melalui udara dan dapat mengganggu kegiatan masyarakat. Pada umumnya berupa suara-ssuara bising, entah berasal dari kendaraan bermitor, mesin-mesin pabrik, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Berkaitan dengan pengelolaan limbah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti pengurangan limbah yang biasanya diiringi dengan tindakan yang dilakukan secaraa konsisten. Contohnya seperti kebiasaan mengurangi penggunaan barang-barang yang berbahan plastik.

Lalu dapat dilakukan juga kegiatan daur ulang, di mana masyarakat dapat mengolah limbah tersebut menjadi barang yang dapat digunakann kembali. Biasanya hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sampah padat seperti daur ulang botol bekas, kaleng bekas, kain perca, pecahan keramik, dan lain sebagainya.

Pengolahan lainnya juga dapat dilakukan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah, ini berlaku untuk limbah cair yang ada di dalam masyarakat. Dengan penggunaan IPAL ini masyarakat akan dapat menghilangkan bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam limbah. Untuk mendapat manfaat dari cara pengolahan seperti ini masyarakat dapat mulai menggunakan IPAL dan mencari tahu mengenai tempat jual IPAL yang berkualitas.

Admin