Mengapa Petani Harus Mempunyai Pengetahuan Tentang Musim?

Di dunia pertanian, pasti ada beberapa hal penting yang wajib dipahami dan dikuasai bagi para petani. Salah satunya adalah pengetahuan tentang musim. Pertanyaannya, Pengetahuan petani harus memiliki pengetahuan tentang Musim?

Pada saat petani ingin mendapatkan hasil panen yang bertambah sesuai, meningkat maka perlu tahu cara menanam padi yang benar, mereka juga perlu tahu tentang musim. Jika tidak, maka peluang untuk hasil panen menjadi lebih besar.

Meskipun para petani senang mempelajari berbagai macam ilmu, mulai dari proses pemuliaan bibit, hingga berbagai teknik pebudidayaan agar mencapai hasil yang maksimal. Agak Meteorologi, Agenda Meteorologi. Agro sendiri dapat diartikan sebagai pertanian, sementara itu untuk meteorologi yang berarti atau musim.

Pengetahuan tentang hal ini adalah ilmu yang terbilang baru di dunia pertanian, terutama di Indonesia. Namun demikian, para petani bisa belajar dengan mudah dan menerapkan pengetahuan tersebut. Salah satu alasan mengapa para petani harus memiliki pengetahuan tentang musim atau kerumitan terkait petani di Indonesia sering sekali mengalami kerugian. Pada saat kekeringan atau kompilasi banjir, tanaman akan terancam rusak dengan skala yang lebih besar lagi, bahkan sebaliknya sama merugikannya seperti saat terserang hama juga penyakit.

Maka dari itu para petani harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang musim. Caranya adalah dengan mengikuti sekolah lapang musim, sehingga petani bisa mendapatkan informasi musim, curah hujan, dan cuaca, dengan begitu petani bisa gagal panen. Di sisi lain juga untuk melakukan tindak antisipasi dari fenomena ekosistem yang lebih ekstrim lagi. Tentu saja yang demikian ini dapat membuat produktifitas hasil panen para petani semakin meningkat.

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang, untuk mempelajari mengenai musim atau iklim sudah bukan menjadi hal yang sulit lagi. Para petani digital bisa menikmati kemajuan teknologi lewat smartphone yang dimilikinya. Dari sana petani bisa mencari aplikasi prakiraan dan perubahan cuaca dan iklim sehingga bisa perkirakan varietas atau jenis tanaman yang akan ditanam.

Selain hal tersebut, dengan kemajuan teknologi yang ada para petani juga bisa melakukan pengukuran curah hujan di lahannya sendiri, pengamatan agroekologi, mengukur dan evaluasi panen, juga masih ada banyak lagi lainnya. Semakin pintarnya para petani, tentu saja akan semakin meningkatkan produktifitas hasil panen yang didapatkan.

READ  Cara Membuat Kopi Bubuk yang Benar Agar Kopi Nikmat

Tapi pada kenyataannya, pemanfaatan informasi prakiraan musim oleh petani untuk antisipasi kemungkinan terjadinya gagal panen masih terbilang rendah. Penyebab utama rendahnya pemanfaatan informasi tersebut adalah belum adanya sistem penyebarluasan infromasi musim yang efektif bagi para petani.

Sehingga diperlukan adanya program pemberdayaan petani guna memanfaatkan informasi yang ada dalam pengelolaan resiko musim. Misalnya saja dengan menerapkan SLI (Sekolah Lapangan Iklim), ini merupakan sekolah lapangan iklim atau musim yang akan memberikan informasi penting yang dibutuhkan oleh para petani untuk tentukan kapan serta jenis tanaman apa yang harus ditanam dalam kurun waktu tertentu.

Pada saat para petani mengetahui misalnya, musim penghujan akan terjadi satu bulan kedepan. Maka mereka bisa memperkirakan kapan harus memulai proses pengolahan lahan, dan kapan mereka harus siapkan bibit yang akan di tanam juga input pertanian lain yang dibutuhkan untuk ditanam ketika musim tertentu.

Memang sudah menjadi kewajiban untuk lebih optimalkan pemberdayaan para petani dalam menghadapi segala perubahan iklim atau musim lewat sekolah iklim tersebut. Meskipun program ini masih belum berjalan dengan optimal, tetapi tetap diharapkan agar suatu saat nanti hal tersebut bisa tumbuh dan berkembang sedikit demi sedikit bagi para petani.

Program ini akan menjadi langkah awal bagi para petani untuk bisa menambah pengetahuan mereka untuk mengubah musim yang sering terjadi. Dengan begitu maka gagal panen pun tentu saja akan dapat diminimalisir. Selain musim juga dapat menyebabkan banyaknya hama pertanian.

wahyu